CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Monday, March 24, 2008

Motor Accident

Pagi ini aku ada kuis besar akuntansi keuangan. Bisa dibilang ini Ujian Tengah Semester karena di Ma Chung, tempat aku menimba ilmu, tidak ada Ujian Tengah Semester melainkan kuis besar di setiap akhir bulan. Aku berencana datang lebih pagi dan mengulang sebentar di kampus karena sulit untuk berkonsentrasi di rumah kemarin malam. Aku sudah bersiap-siap sejak pagi dan siap berangkat pada jam 7.

Saat aku mau berangkat, Om Bin, om-ku yang juga tinggal di rumahku, juga berangkat. Karen kantor tempatnya bekerja dan kampusku hampir searah, aku mengajaknya untuk berangkat bersama. Hari ini aku sudah dapat mengendarai mio lagi setelah kemarin sempat diservis. Tapi ada saja masalah yang datang, STNKnya tidak ada. Setelah kemarin diservis, mamaku lupa menyimpannya di mana. Jadi aku harus meluangkan waktu yang bisa dibilang cukup lama karena saat itu aku sedang terburu-buru untuk mencarinya. Setelah STNK itu ditemukan, aku langsung bergegas berangkat.

Aku masih harus ke kantor Om Bin dulu sebelum ke kampus. Setelah selesai mengantar, aku segera ke kampus. Aku lupa melihat saat itu jam menunjukkan pukul berapa karena aku benar-benar merasa akan telat. Aku sudah tidak ambil pusing lagi, aku memacu motorku dan melaju dengan cepat.

Awalnya tidak ada masalah, semua baik-baik saja dan perjalananku lancar. Tapi di dekat pom bensin Tidar, sudah lumayan dekat dengan kampusku, aku dapat musibah. Aku akui jalan di situ memang tidak rata dan sangat riskan untuk mendapat kecelakaan. Aku menyusuri rute yang biasa aku lewati, jalan yang di sebelah kiri, tapi tiba-tiba ada sebuah angkutan umum yang menyalip dari sebelah kanan di belokan. Karena kaget aku membanting setir ke kiri, tapi ada sepeda di sebelah kiri. Aku benar-benar terjepit. Tanganku yang kanan masuk ke dalam pintu angkutan umum tersebut dan tiba-tiba.... Bruk, aku sudah jatuh dan kepalaku sempat menghantam tanah walau tidak parah.
Kemudian ada 2 orang yang berbaik hati menolong, tapi tetap saja rasa sakitnya belum hilang. Kakiku sebelah kanan lecet, begitu juga dengan tangan kananku. zkepalaku sakit seperti mau pecah. Tapi aku tidak ada pilihan lain karena ada kuis di kampus, aku harus segera ke kampus. Aku berdiri lagi dan mengendarai motorku lagi. Kepalaku benar-benar sakit dan sangat pusing. Rasanya sudah mau pingsan saja, pandangan juga lebih kacau karena aku tidak bisa konsentrasi di jalan karena harus menahan sakit.
Untungnya kali ini aku tidak jatuh lagi walau sakitnya bukan main. Begitu sampai aku langsung mencuci luka yang kudapat dan memasuki kelas. Aku sempat mengulang sebentar dan kelaspun dimulai. Walau aku tidak mengerjakan dengan sempurna karena ada yang kulupakan, aku masih senang karena saat mengerjakan kepalaku tidak sakit lagi, tapi setelah selesai kepalaku kembali sakit walau tidak separah tadi. Aku benar-benar bersyukur.
Terima kasih Tuhan.

0 comments: